Rocky Gerung Ngedumel Kenapa Pemerintahan Jokowi Tak Sama dengan SBY


Pantausatu.id - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) diminta meniru cara Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dalam menghadapi pandemi virus Corona di Indonesia.


Saran tersebut disampaikan oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Setidaknya Rocky Gerung menganggap SBY berhasil menangani penyebaran virus Flu Burung maupun Flu Babi

Pengamat Politik, Rocky Gerung menyoroti pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dalam menangani pandemi Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung menyarankan Jokowi mencontoh atau belajar dari rezim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga pernah menangani virus menular, yakni Flu Burung maupun Flu Babi.

Menurut Rocky Gerung, Singapura bahkan pada waktu itu belajar dari Indonesia yang juga mengalami wabah tersebut.

Hal ini disampaikan Rocky Gerung melalui tayangan Youtube pribadinya Rocky Gerung Official, Kamis (23/4/2020).

Dirinya mengatakan pada era SBY, terdapat manajemen dan koordinasi yang baik antar jajaran pemerintahan, karena memang orang-orangnya dinilai bisa dipercaya dan punya pengetahuan.

"Dulu Singapura belajar dari kita soal menangani virus flu burung, flu babi segala macem, karena ada kepimimpinan, ada koordinasi di istana itu," ujar Rocky Gerung.

"Jadi ya Pak SBY yang memimpin saat itu, Pak SBY taruh orang-orang yang pengetahuannya bisa dipercaya dalam koordinasi rapat," sambungnya.

"Dan pada waktu itu, data itu kemudian dipakai juga untuk bikin riset nah kita sekarang sebetulnya bisa ambil kebiasaan waktu itu."

Namun Rocky Gerung mengatakan pemerintah saat ini sudah masa bodoh dengan rezim pemerintahan sebelumnya yang sebetulnya justru bisa dijadikan contoh.

Tidak hanya cara penanganan virusnya, melainkan juga mengatasi dampak ekonominya.

"Jadi rezim ini seolah-olah rezim yang lalu udah itu urusan mereka, soal penanganan virus flu babi dan flu burung," kata Rocky Gerung.

"Manajemen krisis virus pada waktu itu juga bisa dipakai sekarang, kecuali pada waktu itu gagal, justru waktu itu kita berhasil," sambungnya.

Rocky Gerung lantas memuji sosok pemimpin saat itu, mulai dari Presiden SBY beserta wakilnya Yusuf Kala, serta Kementerian kesehatan yang mampu bertugas dengan baik.

Ia pun menyebut pemerintah saat ini hanya mengedepankan arogansi kekuasaan dibandingkan dengan memikirkan penyelesaian suatu masalah.

"Ada Pak SBY di situ, Pak Yusuf Kala yang sangat aktif soal-soal begituan, tim dari Menteri Kesehatan juga waktu itu sangat baik," terangnya.

"Ya saya sebut saja arogansi kekuasaan yang berakibat berantakannya manajemen kesehatan publik hari ini," tutup Rocky Gerung.

Tanggapi Keoptimisan Jokowi, Rocky Gerung: Itu Optimisme Palsu

Pengamat Politik Rocky Gerung tanggapi rasa optimisme dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap penanganan Virus Corona.

Sebelumnya Jokowi optimis dan meminta semua masyarakat juga optimis bahwa pandemi Virus Corona di Indonesia akan berakhir di bulan Desember.

Dan pada bulan itu juga Indonesia bisa kembali normal, termasuk pada turis yang bisa kembali meramaikan pariwisata Indonesia.

Pengamat Politik, Rocky Gerung memberikan tanggapan terkait ramainya permasalahan staf khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube pribadinya Rocky Gerung Official, Rabu (23/4/2020), dirinya menyebut hal tersebut sebagai optimise palsu dari Jokowi.

"Di satu pihak Presiden menginginkan rakyat sudah optimis saja bahwa nanti Desember Indonesia akan menjadi sangat baik, turis akan masuk lagi ke Indonesia," ujar Rocky Gerung.

"Kan itu optimisme palsu, berkali-kali saya katakan itu optimisme palsu," tegasnya.

Rocky Gerung beralasan karena tidak ada hal positif yang ditunjukkan oleh pemerintah dalam menanganani Virus Corona ini.

Dirinya bahkan mengatakan masih saja menutup-nutupi data kasus Virus Corona, termasuk peta penyebarannya.

Padahal data penyebaran tersebut dirasa sangat penting, termasuk untuk menerapkan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB).

Ditambah lagi dengan ketersediaan alat yang kurang memadai untuk bisa menentukan peta penyebaran karena memang alat tes tidak mencukupi.

"Pada saat yang sama orang nuntut oke, seandainya Indonesia akan membaik di Desember, berati risek tentang lokalisasi virus ini sudah ada petanya," jelas Rocky Gerung.

"Baru belakangan ini kemudian kita dengar segala macam komplain," sambungnya.

"Sampai sekarang data tentang berapa orang mati, berapa orang terinfeksi juga enggak ada itu."

"Jadi akhirnya tujuan dari PSBB untuk mengendalikan penyebaran melalui pemetaan tidak terjadi, karena tesnya enggak ada, tesnya dua ribu orang padahal yang dibutuhkan 15 ribu sampel plasma yang musti dianalisis buat bikin peta penyebaran itu," jelasnya.

Hal tersebutlah yang membuat banyak pihak merasa kurang percaya dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah terkait Virus Corona.

"Lagi-lagi ada soal manajemen yang buruk, isi dari keburukan manajemen itu bermula dari ketidakpercayaan orang kepada kepemimpinan," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Sarankan Tiru Era SBY dalam Tangani Virus, Rocky Gerung Sebut Pemerintah Ada Arogansi Kekuasaan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel