Muhammadiyah Perbolehkan Tenaga Medis Corona Menjamak Salat


Pantausatu.id - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan edaran tuntunan ibadah selama masa darurat virus corona. 


Edaran ini salah satunya berisi tentang imbauan kepada tenaga medis yang bekerja keras merawat pasien corona.

Dalam edaran tersebut, Muhammadiyah memperbolehkan tenaga medis menjamak salat.

Menurut Muhammadiyah, mereka dapat disamakan dengan musafir, karena tugasnya yang tergolong berat.

"Apabila keadaan amat menuntut karena tugasnya yang mengharuskan bekerja terus menerus memberikan layanan medis yang sangat mendesak, petugas kesehatan dapat menjamak salatnya (tetapi tidak mengqasar apabila tidak musafir), sesuai dengan hadis Nabi SAW," tulis edaran yang diterima Tempo, Rabu, 1 April 2020.

Selain itu, tenaga medis juga digolongkan ke dalam orang yang berusaha mempertahankan harta, agama, darah (jiwa), dan keluarganya (orang lain) karena mereka berjuang mempertahankan nyawa orang yang terpapar Covid-19.

Karena itu, Muhammadiyah mengatakan apa yang mereka lakukan bisa disebut dengan jihad.

"Itulah mengapa ketika mereka meninggal dalam proses mempertahankan itu mereka diganjar pahala syahid," tulis edaran tersebut.

Tenaga kesehatan juga diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika dikhawatirkan justru akan membuat kekebalan tubuh dan kesehatannya menurun.

Mereka merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 195 yang menunjukkan larangan kepada umat Islam untuk menjatuhkan diri pada kebinasaan (keharusan menjaga diri/jiwa).

"Tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 membutuhkan kekebalan tubuh ekstra dan kesehatan baik fisik maupun non-fisik," kata dia.

Anjuran ini dibuat pada 24 Maret 2020 lalu. Edaran ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto. (tempo) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel