Miris! PDP Covid-19 Sedang Hamil, Mengadu Via Facebook Hingga Menyita Perhatian Anggota DPR


Pantausatu.id - Aksi pemilik akun facebook Erni Aqilah Abyan berhasil menyita perhatian publik setelah menyiarkan langsung kondisinya di RSUD Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Jumat (3/4). 


Bahkan, curhat dari pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 itu berhasil menyita perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Erni menuliskan keluhannya di status media sosialnya itu sembari melakukan siaran langsung.

Postingannya itu telah disukai 2,9 ribu dan dibagikan sebanyak 2.346 kali hingga Jumat malam.

"Dada saya sudah sesak, manggil-manggil perawat saja mau minta minum 2 jam baru datang. Disuruh makan, tetapi nasinya saja masih layak dibilang beras mentah. Apa itu yang pantas dimakan oleh seorang pasien???" tulis Erni.

Anggota DPR Dapil Sumatera Utara 2 Saleh Partaonan Daulay, saat dihubungi membenarkan jika dirinya sedang mengurus agar Erni segera dirujuk ke Kota Medan.

"Awalnya saya tidak tahu ada masalah seperti ini. Salah, seorang aktivis mahasiswa dari Sumatera Utara yang kebetulan orang Padang Sidempuan menelepon saya, mengabarkan ada masalah yang cukup penting menjadi perhatian dan meminta tolong supaya saya bisa membantu orang tersebut. Lalu saya meminta datanya, seperti apa masalahnya," kata Saleh melalui sambungan telepon.

Dari data yang dia peroleh, Erni merupakan salah seorang pasien yang berstatus PDP Covid-19, dan sedang dirawat di RSUD Padang Sidempuan. Tetapi perawatan dan pelayanan yang diterimanya jauh dari apa yang dia harapkan.

Kondisinya itu kemudian diceritakan melalui Live facebook, sehingga dengan cepat menjadi viral.

Dari pihak keluarganya, kata Saleh, menginginkan agar Erni segera dirujuk ke Kota Medan. Namun permintaan itu tidak direspons oleh pihak rumah sakit.

"Nah saya mencoba berkoordinasi dengan pejabat-pejabat di Kementerian Kesehatan, di Jakarta, meminta tolong agar pasien seperti ini bisa segera dirujuk ke Medan," ucap mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Bagi Saleh, pasien tersebut memang harus segera dirujuk ke Kota Medan, karena kenyataannya RSUD Padang Sidempuan yang termasuk dalam 132 RS Rujukan yang ditunjuk pemerintah menangani Covid-19, belum siap memberikan pelayanan untuk pasien PDP seperti ini.

Hal itu juga dibuktikan dari laporan sejumlah Anggota DPRD setempat yang diperoleh Saleh. di mana, fasilitas yang ada di sana belum mencukupi. Misalnya, ruang isolasinya kurang memadai. Nah, sekarang ruangan isolasi tersebut sedang diperbaiki supaya menjadi lebih baik.

“Peralatannya juga sedang disempurnakan. Kalau saya tidak salah peralatannya memang belum ada. Saya sudah meminta kepada pihak Kemenkes untuk dipenuhi, dan mereka sedang mengirim alat itu tetapi belum sampai di Padag Sidempuan," jelas Juru Bicara Fraksi PAN DPR ini.

Oleh karena itu, kata Saleh, pihaknya meminta kepada Kemenkes segera merujuk PDP Covid-19 itu dari RSUD Padang Sidempuan itu ke Kota Medan. Apalagi persoalan ini sudah menjadi perhatian publik.

Dia berharap setelah yang bersangkutan tiba di Medan, diharapkan kondisinya bisa segera sembuh.

"Apalagi ibu ini sekarang dalam kondisi hamil. Jadi karena itu tentu kita harus mewaspadai. Dan saya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ibu ini kontak dengan kurang lebih 14 orang. Menurut saya ini juga harus ditelusuri dan perlu dijadikan ODP, sehingga nanti kita dengan mudah bisa mengenali jika ada mencurigakan dari orang-orang yang pernah punya riwayat kontak tersebut," tambah Saleh. (fat/jpnn)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel