Haikal Hassan Kecewa dan Patah Hati Sama Ketum Gerindra Prabowo Subianto


Pantausatu.id - Juru Bicara Presidium Alumni (PA) 212, Haikal Hassan mengaku ada resa kekecewaan dan patah hati atas pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Di mana, Ketua Umum Partai Gerindra itu memuji serta memberikan dukungan penuh kepada Presiden Jokowi di tengah pandemi Covid-19 saat ini di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, sebelumnya Prabowo Subianto berani bersaksi bahwa Jokowi terus berjuang demi kepentingan rakyat, terutama saat pandemi Virus Corona.

Terkait hal itu, Haikal Hassan menilai pernyataan Prabowo Subianto tersebut tak sesuai dengan fakta.

Pernyataan tersebut disampaikan Haikal Hassan melalui tayangan YouTube Refly Harun, Senin (27/4/2020).

Pada kesempatan itu, mulanya Haikal Hassan mengaku akan apa adanya dalam mengkritik setiap kebijakan Jokowi.

Juru Bicara Presidium Alumni (PA) 212, Haikal Hassan dalam kanal YouTube Refly Harun, Senin (27/4/2020). (YouTube Refly Harun)

Ia bahkan mengaku tak segan melontarkan pujian jika kebijakan Jokowi dinilainya tepat.

"Di luar, kami akan berteriak terus seperti ini. Kebijakan Pak Jokowi yang oke akan kami bilang oke," jelas Haikal.

"Tapi kebijakan yang tidak oke, akan kami bilang tidak oke."

Pernah menjadi pendukung Prabowo di Pilpres 2019 lalu, Haikal Hassan mengaku tak kecewa Ketua Umum Partai Gerindra kini masuk ke dalam kubu pemerintahan.

Namun, ia menegaskan bahwa kekecewaan bakal dirasakannya jika Prabowo tak mau mengkritik pemerintah meski sudah menjadi menteri.

"Nah, di dalam sana Pak Prabowo, kami enggak kecewa dia ada di dalam, tapi kami akan kecewa sekali kalau dia tidak bersuara atas masuknya tenaga kerja asing yang ilegal," terang Haikal.

"Jadi kekecewaan bukan karena pada posisi, kekecewaan akan ada pada sikap."

Lebih lanjut, pria yang kerap disapa Babe Haikal itu menyinggung pujian yang dilontarkan Prabowo untuk Jokowi.

Menurut dia, hal yang disampaikan Prabowo tak sesuai dengan kenyataan.

"Kalau selama ini enggak ikut campur pada carut marut maka itu akan baru menimbulkan kekecewaan," ucap Haikal.

"Sejauh ini Beliau mengatakan, Beliau menyaksikan bahwa siaran yang terbaru 'Pak Jokowi sangat memerhatikan kepentingan rakyat'. Kalimat itu cukup mengecewakan kami, rakyat yang mana yang diperhatikan?"

Haikal menilai, Jokowi selama ini hanya memerhatikan rakyat yang mendukungnya saat Pilpres 2019 lalu.

Sedangkan untuk rakyat yang kerap berbeda pendapat seperti dirinya, justru merasa dimusuhi oleh Jokowi.

"Rakyat yang diperhatikan adalah rakyat yang mendukungnya, seharusnya bapak yang baik kalau punya anak yang nurut sama anak yang bandel sikap bapak harus mengayomi dua-duanya," kata Haikal.

"Saya anak yang nakal, saya anak yang bandel tapi bagaimanapun dibelah dada saya adanya NKRI, adanya taat kepada pemerintah sebagai ulil amri."

"Tapi jangan kami dimusuhi dong, gitu loh," tukasnya. (tribun/ps)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel