Charta Politika Tidak Suka Median Bikin Survey Saat Corona


Pantausatu.id - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menunjukan ketidaksukaannya dengan menyindir Lembaga Survei yang masih memainkan isu politik di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.


Sindiran Yunarto dilontarkan melalui akun Twitter @yunartowijaya. Meski demikian, dia tidak menyebut nama Lembaga Survei dimaksud.

"Masih sempet-sempetnya mainkan survei politik di tengah musibah gini... Untung lembaga surveinya gak sampe konpers pake suara getar....," kicau Yunarto, Senin (27/4/2020).

Kicauan Yunarto mendapat beragam komentar dari warganet. Ada pihak yang mendorong Yunarto menyebut nama Lembaga Survei dimaksudnya.

"Siapa itu bang? Sebutkan donk. Sempet gregetan juga kemaren saya baca hasil surveinya. Di lapangan banyak orang meninggal karena korona ini malah membuat panggung ditengah musibah ini," ucap akun @Samsul_117.

"Tukang survei heran survei," ucap akun @SarwoHadi_P.

"Feeling saya survei abal-abal..," timpal akun @ArmandGusman.

Sebelum itu, Median merilis survei mengenai lima besar kepala daerah yang dianggap paling baik dalam menangani wabah virus corona.

Hasilnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di peringkat teratas dengan persentase 24,1 persen.

Kemudian disusul, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (9,6 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (8,9 persen).

Sementara, di posisi keempat terdapat nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (8 persen), terakhir Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (3,7 persen).

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menjelaskan, nama Risma berada di posisi terbawah karena arus informasi mengenai kebijakannya kurang diketahui publik.

"Yang publik suka dari Bu Risma adalah antisipasinya dalam menyiapkan masker dan APD untuk rakyat Surabaya. Hanya saja memang informasi atas kebijakan yang lain kalah deras dibanding Anies, Ganjar, dan Ridwan Kamil," kata Rico.

Survei Median dilakukan dalam kurun waktu 6-13 April 2020 dengan menggunakan 800 responden melalui nomor telepon.

Jumlah responden itu, dipilih secara acak dari 20.658 nomor telepon yang berasal dari survei nasional Median sebelumnya.[akurat/ps]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel