Anggota DPRD Medan Sesumbar Telan Virus Corona, Begini Respon Keras Ketua DPW PAN Sumut


Pantausatu.id - Beredar video yang mempertontonkan sikap arogansi seorang anggota DPRD Kota Medan terhadap aparat Polsek Medan Area yang saat itu sedang menjalankan tugas terkait pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang semakin meluas di Tanah Air.


Saat itu seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia, yang sebelumnya dirawat di IGD Rumah Sakit (RS) Madani, Medan, Sumatera Utara.

Kemudian, jenazah pasien dibawa ke rumah duka, dan ramai dikunjungi para pelayat.

Namun saat hendak dimakamkan sesuai SOP pemakaman Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, Anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN, Edi Saputra mengamuk.

Ia menolak pihak berwajib melakukan pemakaman sesuai SOP PDP Covid-19, pun beredar luas di berbagai media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat Edi secara lantang menyebutkan dirinya sebagai anggota DPRD Medan.

Ia kemudian menantang polisi yang bertugas melakukan pengamanan supaya prosesi pemakaman dilakukan sesuai SOP PDP Covid-19 untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait penyebaran virus corona, walaupun hasil uji lab belum keluar.

Bukan itu saja, Edi pun mengancam seorang pria berbaju ASN Pemko Medan.

Edi sesumbar akan memanggil ASN tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Medan, karena tidak mendukungnya.

Karena pihak kepolisian yang bertugas menyampaikan bahwa mereka akan tetap melakukan tugasnya, Edi Saputra pun bersikeras menentang.

"Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu. Jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (Corona), kalian aja polisi," teriaknya.

Ia pun menuturkan bahwa dia tidak takut mati dan menyatakan bahwa negara ini sudah tidak betul lagi, lantaran hendak melakukan pemakaman sesuai SOP PDP Covid-19 pada pasien tersebut.

Bahkan dia menantang supaya polisi memberinya virus corona, untuk dia telan, sebagai bukti bahwa dia tidak takut sama virus corona dan kematian.

"Mana corona itu biar kutelan," ujarnya dalam video tersebut.

Tanggapan Kapolsek Medan Area

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago yang saat itu terlihat di video, mencoba menenangkan anggota DPRD tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago mengatakan, bahwa dirinya hanya menjalankan tugas.

"Ya ini risiko dalam menjalankan tugas. Ya sabar saja. Lebih kemanusiaan saja sih. Gak apa-apa, biasa itu," ucapnya saat dihubungi Tribun-Medan.com melalui telepon seluler. (Tribunnews)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel