4 WNI Jemaah Tablig di Pakistan Positif Terjangkit Virus Corona


Pantausatu.id - Empat orang warga negara Indonesia dari kelompok Jemaah Tablig positif terjangkit virus corona di Pakistan. 


Sebelumnya mereka berada di kerumunan besar Jemaah Tablig yang berkumpul di Pakistan untuk khuruj atau safari dakwah.

Hal ini disampaikan oleh Konsul Jenderal RI untuk Karachi Totok Prianamto, Kamis (2/4).

Dia mengatakan, empat orang itu adalah bagian dari 12 WNI yang diperiksa corona di kota Hyderabad, provinsi Sindh.

"12 orang JT (Jemaah Tablig) di Hyderabad dan sudah dilakukan tes. Delapan orang sehat dan dikarantina di RS Rajputana. Sedangkan 4 dinyatakan positif Virus Corona dan saat ini dirawat di RS Kohisar Hyderabad," kata Totok.

Sementara di Karachi ada delapan WNI Jemaah Tablig, namun belum menjalani tes virus corona.

"Kami sedang meminta mereka untuk dilakukan tes secepatnya," kata Totok.

Di kota Sukkur, ada enam orang mahasiswa Indonesia dan tiga orang Jemaah Tablig WNI yang saat ini tinggal di salah satu masjid.

"Mereka dalam kondisi sehat dan masih menunggu tes swab," ujar Totok.

Totok mengatakan para WNI yang positif corona masuk ke Hyderabad sekitar awal Maret 2020 setelah menghadiri pertemuan Jemaah Tablig di markas kota Raiwind, pinggiran Lahore.

Raiwind adalah pusat Jemaah Tablig di Pakistan, setiap tahunnya didatangi oleh puluhan ribu orang dari seluruh dunia untuk khuruj.

Totok mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi kepada para WNI dan meminta pemerintah setempat memberi perhatian kepada mereka.

KJRI sendiri, kata Totok, kesulitan menjangkau Sukkur dan Hyderabad karena lockdown akibat corona.

"Kami akan membantu kebutuhan logistik mereka dan sedang mengupayakan cara yang mudah dan cepat. Kami juga terus berkomunikasi dengan pihak RS yang merawat 4 orang WNI positif COVID-19," ujar Totok.

Sebelumnya menurut Duta Besar Duta Besar RI untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri ada 77 WNI anggota Jemaah Tablig yang khuruj di Pakistan saat ini.

Karena lockdown virus corona dan penutupan markas, mereka kini menjalani karantina di masjid-masjid atau kampus-kampus di berbagai tempat, salah satunya di Lahore. KBRI telah memberikan bantuan untuk para WNI, namun sulit menembus kota-kota yang ditutup.

"Untuk WNI Mahasiswa karena lokasinya dekat, sudah diberikan sembako dan alat kesehatan dasar. Untuk JT kami sulit menjangkau karena lokasi jauh dan lockdown," kata Iwan.

"Tapi kami terus bahas cara-cara yang mungkin. Kalau kepada pihak masjid dan Raiwind pusat Tablig, kami terus komunikasi untuk pastikan keadaan mereka," lanjut Iwan lagi. (kumparan) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel