Virus Corona Renggut 2.000 Nyawa, Presiden AS Trump Berencana Lockdown Kota New York


Pantausatu.id - Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika Serikat (AS) menembus 2.000 orang hingga Sabtu (28/3/2020) waktu setempat.


Berdasarkan penghitungan Universitas Johns Hopkins, ada peningkatan jumlah kasus kematian di AS dua kali lipat dalam 3 hari terakhir.

Menurut data, hingga Sabtu ada 2.010 kasus kematian di AS, 25 persen di antaranya berada di Negara Bagian New York. Sementara itu jumlah kasus yang terkonfirmasi melampaui 121.000.

Presiden AS Donald Trumpmempertimbangkan pemberlakuakn lockdown tak hanya di New York namun juga di sekitarnya untuk menekan penyebaran Covid-19.

New York melaporkan lebih dari 52.000 kasus terinfeksi. Sementara itu 517 kasus kematian berada di Kota New York.

“Ada kemungkinan bahwa suatu hari nanti kita akan melakukan karantina jangka pendek di New York selama 2 pekan, juga di New Jersey, beberapa bagia di Connecticut,” kata Trump, dikutip dari AFP, Minggu (29/3/2020).

Dia menambahkan, karantina bisa saja diperluas di Florida, tujuan wisata favorit musim dingin.

Namun Gubernur New York Andrew Cuomo menolak gagasan karantina. Cuamo mengatakan, Trump belum mendiskusikan rencana itu kepadanya.

"Jika Anda mengatakan secara geografis kami membatasi orang, itu sama saja dengan lockdown. Kemudian kami akan menjadi seperti Wuhan, China, dan itu tidak masuk akal," kata Cuomo. (inews) 

REKOMENDASI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel