Korban Corona Meningkat di Jakarta, Influencer dr Tirta Desak Anies Baswedan Karantina Wilayah


Pantausatu.id - Minta Anies Baswedan Karantina wilayah Jakarta, dr Tirta yakin efektif cegah penyebaran Virus Corona di Indonesia.


Pandemi Virus Corona terus mengkhawatirkan di Indonesia.

Tercatat jumlah pasien yang dinyatakan positif covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 1.155 kasus hingga Sabtu (28/3/2019) pukul 12.00 WIB.

Bahkan kasus kematian akibat covid-19 bertambah 15 orang menjadi 102 orang.

Hal ini membuat dr Tirta meminta Gubernur DKI Anies Baswedan melakukan Karantina wilayah Jakarta.

Hal ini dinilai lebih efektif mencegah penyebaran Virus Corona, lantaran kasus terbesar berada di Jakarta.

Influencer muda, dr Tirta meminta agar Pemerintah segera mengambil kebijakan tegas terkait penanganan covid-19.

Apabila Pemerintah tidak kunjung berani mengambil keputusan tegas, dr Tirta meyakini masalah tidak akan bisa selesai.

"Dampaknya si Corona ini enggak kelar-kelar," kata dr Tirta, dikutip dari YouTube Kompastv, Jumat (27/3/2020) melansir Tribun Wow.com.

Kemudian dr Tirta menyarankan agar negara berani mengambil kebijakan tegas, meskipun memiliki risikonya tersendiri.

"Jadi kalau saran saya buat Pemerintah, Pemerintah pusat maupun daerah itu harus bersinergi untuk berani mengambil sebuah kebijakan yang tidak populis," katanya.

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut sempat meminta Anies Baswedan melakukan Karantina Jakarta.

Ia menjelaskan kebijakan Karantina ibu kota dapat berpengaruh besar terhadap penurunan jumlah pasien positif covid-19.

"Kalau bisa sekarang Jakarta Karantina wilayah, tidak boleh ada satupun yang keluar atau masuk Jakarta," ujar dr Tirta.

"Otomatis kita bisa membatasi orang-orang yang balik kampung, ataupun ke Jakarta," lanjutnya.

Bukan tanpa alasan dr Tirta menyarankan Karantina wilayah Jakarta.

Menurutnya, keluarnya orang dari Jakarta adalah sumber utama menyebarnya wabah covid-19 ke seluruh Indonesia.

"Ini yang menyebabkan penyebaran covid-19 keluar Jakarta adalah, orang-orang naik pesawat, terus megang ini, megang itu, peluk-pelukan di kampung, dia enggak apa-apa, orangtuanya stroke, kena covid-19, terus dari orangtuanya bersin, kena ke tetangga kampungnya," paparnya.

Sempat Usulkan ke Anies Baswedan


Selanjutnya, dr Tirta menjelakan bahwa dirinya juga telah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Saat bertemu dengan Anies Baswedan, dr Tirta mengatkan kondisi perekonomian di Indonesia sudah terlanjur turun, maka mau tidak mau harus segera berani mengambil suatu kebijakan tegas, meskipun tetap akan ada pengorbanan yang harus diambil.

"Saya kemarin sudah ketemu Pak Anies Baswedan juga, saya sudah sarankan kalau bisa banget, ini sama-sama buruk, mau kita enggak Karantina wilayah, atau pun karantina wilayah, ekonomi itu sudah turun," ujar dr Tirta.

Pria pemilik bisnis perawatan sepatu tersebut juga menceritakan bagaimana rekannya sesama pengusaha mengalami penurunan omset yang drastis, karena adanya covid-19.

"Jadi saran saya kalau bisa, yang mau ke Jakarta itu ditolak, yang keluar Jakarta ditolak," tegas dr Tirta.

Selain itu, dr Tirta menyebutkan ada tiga tempat yang masih diperbolehkan untuk dibuka, apabila Karantina telah diberlakukan.

"Di rumah saja tetap dilanjutkan, yang nongkrong bubarin semua, mal tutup, hanya tiga hal menurut saya yang boleh buka," katanya.

Ketiga tempat tersebut adalah, pasar, SPBU, dan instansi publik seperti kantor polisi, rumah sakit, dan markas TNI.

62 orang meninggal di Jakarta


Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membenarkan 62 orang dari 603 pasien covid-19 di Ibu Kota meninggal dunia.

"Per 28 Maret 2020, jumlah kasus di Jakarta yang positif covid-19 menjadi 603 kasus dengan 62 orang meninggal," kata Anies Baswedan, sapaannya, saat konferensi pers, di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu sore (28/3/2020) mengutip Tribun Jakarta.

Dia menuturkan, ada pula 61 tenaga medis pada 26 Rumah Sakit di DKI Jakarta terpapar Virus Corona.

"Dari 603 kasus positif, ada 61 tenaga medis yang terpapar di 26 Rumah Sakit di Jakarta," ujarnya.

"Dengan situasi itu, maka semua kemungkinan kita antisipasi.

Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan tetap berjalan," ungkap Anies Baswedan

Karena itu, lanjut dia, status berbahayanya wabah covid-19 di Jakarta akan diperpanjang hingga 19 April 2020.

Sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta pun ditutup hingga tanggal demikian.

"Kami perpanjang yang semula sampai dengan tanggal 5 April 2020, maka diperpanjang sampai dengan 19 April 2020," tegas Anies Baswedan.

"Artinya, kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran Pemerintahan, Polda, dan Kodam yang terkait sipil itu akan juga terus bekerja di rumah," tuturnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Dokter Tirta Ngaku Sudah Diskusi dengan Anies Baswedan soal Solusi Corona: 3 Hal yang Boleh Buka

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel