Gubernur Minta Anggota Jamaah Tabligh Keluar dari Bengkulu


Bengkulu - SEORANG pasien dengan pengawasan (PDP) positif virus korona (covid-19) di Provinsi Bengkulu meninggal dunia pada Selasa (31/3). Mendiang adalah salah seorang Jamaah Tabligh asal Provinsi Lampung.


Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta seluruh anggota Jamaah Tabligh yang berasal dari luar daerah untuk meninggalkan Provinsi Bengkulu.

Dia juga memminta aparat TNI dan Polri untuk mengawal para anggota Jamaah Tabligh kembali ke daerah asal mereka. "Kebijakan ini diambil semata-mata untuk melindungi warga Provinsi Bengkulu dari penularan virus korona dari warga luar Provinsi Bengkulu," katanya.

Pemulangan anggota Jamaah Tabligh ke daerah asal mereka, menurut dia, harus dikawal  ketat aparat berwajib dengan cara tetap diisolasi menggunakan kendaraan khusus.

Dia juga meminta Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan untuk melakukan karantina terhadap seluruh anggota Jamaah Tabligh di Kota Bengkulu yang memiliki riwayat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif covid-19.

Wali Kota Bengkulu juga diminta menyiapkan tempat karantina khusus untuk para Jamaah Tabligh tersebut yang jauh dari keramaian dan fasilitas umum.

Sebelumnya, Rohidin Mersyah mengumumkan satu orang  di Bengkulu terkonfirmasi positif covid-19 meninggal dunia.

Orang yang terkonfirmasi positif covid-19 itu merupakan laki-laki berusia 56 tahun yang merupakan warga Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Dia merupakan rombongan Jamaah Tabligh yang mengikuti tablig akbar di Malaysia pada 1 Maret dan tiba di Bengkulu pada 5 Maret dari Provinsi Lampung menggunakan bus Putra Rafflesia.

Selama di Kota Bengkulu, pasien dalam pemantauan (PDP) dan jemaah lainnya menetap di Masjid Agung At Taqwa milik Pemerintah Kota Bengkulu selama dua pekan. (mediaIndonesia)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel