Anies Sudah Antisipasi Corona Sejak Januari, Warganet: Luar Biasa Hebat, 643 Positif Buktinya


Jakarta - Jakarta kini sudah menjadi kawasan episenter menyebaran virus corona. Berbagai hal dan kebijakan sudah dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.


Sejak awal kemunculan virus corona di Wuhan, China, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus memantau perkembangan kasus ini. Sebab, virus corona sangat mungkin muncul di Jakarta. Alasannya sederhana, Jakarta merupakan gerbang dunia ke Indonesia.

Langkah Anies dimulai pada 27 Januari 2020. Saat itu, Anies meminta semua rumah sakit di Jakarta bersiap.

Dinas Kesehatan kemudian mengeluarkan siaran pers soal bahaya pneumonia novel coronavirus. Saat itu, belum terkenal istilah COVID-19.

"Kita langsung menjangkau pelayanan kesehatan di Jakarta 190 rumah sakit, klinik. Kita namanya masih pneumonia wuhan. Berita tahu kepada semua rumah sakit ini indikasinya, orang orang potensi seperti apa, baru pulang dari luar negeri, sekarang disebut ODP," kata Anies saat berbincang dengan Deddy Corbuzier, dikutip dari channel Youtube, Minggu (29/3).

Dua hari kemudian, Anies menggelar rapat pimpinan khusus untuk membahas bahaya penyebaran corona di Jakarta. Salah satu yang menjadi perhatian yakni peran imigrasi dalam mencatat pergerakan warga yang masuk.

"Untuk kita menjaga batas-batas kita. Kita undang imigrasi. Saya waktu itu ingin tahu siapa saja yang datang dari Tiongkok. Ke mana dia tinggal di mana karena kita mau jagain wilayah ini. Kalaupun masuk periksa, ternyata datanya enggak ada," tutur Anies.

Dari rapat itu, Anies meminta semua SKPD menyusun langkah-langkah mitigasi, termasuk menyusun Pergub untuk penanganan virus corona. Kemudian, Dinas Kesehatan mengeluarkan surat edaran kewaspadaan bahaya corona.

Tak lama kemudian, Anies mendapatkan data setiap hari. Dia bahkan tahu satu orang ke mana saja dan bertemu siapa saja.

"Ini sangat serius. Kita pantau terus tiap 2 hari sekali dapat data berapa jumlah ODP berapa PDP datanya makin hari makin naik. Saat itu sudah ada kasus kita enggak punya kewenangan melakukan pemeriksaan," jelas Anies.

Saat pemantauan terus dilakukan, Anies akhirnya mengeluarkan Instruksi Gubernur No. 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi COVID-19 pada 25 Februari 2020.

Empat hari kemudian, atau pada 29 Februari 2020, Anies mengumumkan telah membentuk Tim Tanggap COVID-19 untuk memimpin pengendalian penyebaran corona.

Bahkan, saat itu, Anies sudah mengungkap 115 orang yang dipantau dan 32 orang diawasi terkait kasus corona.

Tapi, sikap Anies sempat mendapat sorotan dari pemerintah pusat. Sehari setelahnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan pernyataan Anies kurang tepat.

"Jadi kurang tepat pernyataan itu. Jadi setelah dites dengan PCR hasilnya negatif. Artinya apa memang enggak ada. ODP enggak ada karena sudah jelas negatif maupun PDP juga enggak ada karena negatif hasilnya. Jadi saya menyataan bahwa sampai detik ini semua hasil pemeriksaan bahan yang diperiksa negatif," kata Terawan (1/3).

Di saat yang sama, Pemerintah pusat terus menyerukan masyarakat tenang. Terawan bahkan meminta warga tak perlu pakai masker karena masker hanya untuk orang sakit.

"Kalau sakit pakai masker, kalau sehat ya enggak usah. Jadi mengurangi oksigen dalam badan kita juga," ucap dr Terawan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3).

Pernyataan ini disampaikan Terawan di hari yang sama di saat Presiden Jokowi mengumumkan 2 kasus pertama positif COVID-19 di Indonesia. Keduanya merupakan warga Depok yang beraktivitas di Jakarta.

Anies tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Ia hanya berpandangan bahwa yang dilakukannya sejak awal semata-mata hanya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Iya di awal-awal begitu, Anies nakut-nakutin membuat masyarakat khawatir. Sekarang bagaimana kita enggak khawatir," ucap Anies.

Aktivis media sosial Twitter dengan nama akun @chusnulchotimah memberi komentar sindiran. Tanpa ragu, dia memberi apresiasi apa yang diakui Gubernur Anies Baswedan itu.

"Anies Sdh Antisipasi Corona Sejak Januari Saat Pemerintah Minta Warga Tenang. Luar biasa bpk memang hebat, 643 orang positif sebagai buktinya.
Bpk yg terbaik, salut.🙏🙏🙏," Tulis komentar @chusnulchotimah.


(kumparan/pantausatu)

REKOMENDASI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel