Golkar dan PKB Berebut Kursi Ketua MPR, NasDem Pastikan Tak Ada Perpecahan di KIK

Post a Comment

PantauSatu.id - Partai Golkar dan PKB nampak saling berebut untuk mendapatkan kursi Ketua MPR dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Hal itu terlihat dari ocehan yang keluar dari para elite kedua parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf di perhelatan Pilpres 2019 lalu kepada awak media.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengklaim sudah melakukan komunikasi dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan jajaran ketum partai di KIK. Tak tanggung-tanggung Ace juga meyakini kalau rencana partai berlambang pohon beringin akan mulus karena seluruh parpol di dalam KIK sudah menyetujuinya.

 “Tentu kami sangat berkeinginan bahwa untuk Ketua MPR untuk Partai Golkar ini dapat diwujudkan. Kami meyakini KIK solid untuk kepentingan hal itu,” kata Ace.

Namun, pernyataan Ace langsung dibantah oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Lelaki yang akrab disapa Cak Imin itu menyatakan bahwa hingga saat ini masing-masing partai di KIK belum ada yang menyetujui ihwal rencana kader Partai Golkar sebagai ketua MPR. Sebab, sebagai pucuk pimpinan tertinggi di PKB, ia berharap jabatan itu diberikan kepada dirinya.

“Semua ingin ketua, nanti kita lihat figur ketua yang paling pas. Saya sih silakan saja kalau ada yang lebih baik dari saya. Saya enggak ada masalah," katanya.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate memastikan bila perebutan jabatan ketua MPR antara Golkar dan PKB tak lantas membuat perpecahan di dalam tubuh KIK. Sebab, dalam hidup berdemokaraso perbedaan pendapat atau pandangan itu merupakan suatu yang lumrah.

“Kami di KIK dipastikan tidak terpecah belah karena perbutan kursi ketua MPR,” ujarnya, Sabtu (3/8/2019).

Menurut dia, jumlah kursi partai yang tergabung di KIK itu sudah mendapatkan suara mayoritas dari seluruh anggota MPR. Sehingga, amat tidak mungkin terjadi perpecahan diinternal KIK hanya karena memperebutkan sebuah jabatan.

“Suara kami di MPR itu sudah mayoritas. Tidak mungkin parpol di KIK terpecah lantaran mempertahankan egonya,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini ketum parpol yang tergabung di KIK sepakat untuk membahas kursi ketua MPR. Namun, sampai saat ini, belum ada kesepakatan siapa yang mengisi kursi pucuk pimpinan MPR.

"Sepakat untuk bicara bersama-sama. Tapi belum sepakat untuk formula struktur (Ketua MPR)," kata Johnny. [fid]
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment