Ribut! Bawaslu dan KPU Saling Menyalahkan Soal C1 Asli Apa Palsu, Polisi Kena Sialnya

Post a Comment

Pantausatu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat akan melimpahkan kasus temuan ribuan formulir C1 Pilpres 2019 di Menteng, Jakarta Pusat, ke jalur pidana jika dokumen-dokumen itu terbukti palsu. Ribuan formulir C1 itu berisi perolehan suara yang memenangkan pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kordinator Divisi SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga menyampaikan pihaknya akan berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlebih dulu sebelum menentukan langkah.

“Konsultasi apakah ini C1 asli atau yang rekayasa. Kalau itu rekayasa, maka kami akan kembalikan ke pidana umum,” kata Roy saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/5).

Jika dikembalikan ke pidana umum, maka kasus ini akan diproses oleh Polres Jakarta Pusat. Sebab ribuan C1 itu ditemukan Polres Jakpus dalam operasi lalu lintas.

Saat ini Bawaslu Jakpus masih menggelar kajian dan rapat untuk memproses kasus ini. Mereka juga sedang menjalin komunikasi dengan KPU RI dan Bawaslu RI.

“Kalau asli, maka langkah-langkah selanjutnya inilah yang akan kami bahas. Kami akan lakukan kajian semuanya,” tutur dia.

Sebelumnya, Polres Jakpus menemukan beberapa boks berisi ribuan formulir C1. Temuan itu didapat saat Polres Jakpus melaksanakan operasi lalu lintas di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Formulir C1 tersebut diketahui berasal dari Boyolali, Jawa Tengah dan berisi perolehan suara yang memenangkan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebut ada kemungkinan C1 itu palsu jika mencatat data penghitungan suara yang tidak sesuai dengan data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

“Tinggal disandingkan antara C1 yang tertera dalam situng dengan C1 janggal. Apabila terdapat perbedaan, maka dapat disimpulkan bahwa C1 janggal tersebut adalah palsu,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5). [cnnindonesia]

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment